HUT ke-68 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Sekaligus Seminar Kesehatan Peran Bidan dalam Membentuk Generasi Cerdas dan Berkualitas

KUALA PEMBUANG – Wakil Bupati Seruyan Hj. Iswanti, S.E., M.M., membuka secara resmi acara HUT ke-68 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) sekaligus Seminar Kesehatan Peran Bidan dalam Membentuk Generasi Cerdas dan Berkualitas pada Senin (11/11/2019) bertempat di Gedung Serbaguna Kuala Pembuang.

Kegiatan ini mengambil tema ‘Bidan Melindungi Hak Reproduksi melalui Pemberdayaan Perempuan dan Optimalisasi Pelayanan Kebidanan’. Wakil Bupati Seruyan Iswanti dalam sambutannya mengatakan bahwa tantangan yang akan menuntut keprofesionalan sebagai bidan dalam menjalankan tugas. Namun demikian setiap tantangan yang ada tentunya tidaklah dijadikan sebagai suatu hambatan untuk maju. Akan tetapi dengan menjadikan setiap tantangan yang dihadapi menjadi sebuah peluang bagi para bidan.

Jika terbentuk karakteristik yang akuntabel dan bekerja dengan standar profesi serta kode etik yang telah ditetapkan tentunya akan menjadi modal berharga bagi para bidan sebagai pelayanan kesehatan yang memiliki daya ungkit yang besar dengan memberikan kontribusi khususnya dalam membantu program pemerintah  yaitu menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Hal tersebut dimaksudkan sebagai karya nyata

dan kerja keras membangun serta mengangkat kualitas derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Seruyan.

Peringatan Hari Ulang Tahun ibarat menancapkan tonggak yang menunjukkan jauhnya perjalanan yang telah di tempuh selama ini, baik mengenai keberhasilan dalam meraih sukses maupun kegagalan yang telah dialami. Kesemuanya itu mengandung arti untuk terus dikaji dan dievaluasi secara arif dan bijaksana sekaligus menganalisa secara obyektif sebagai indikator untuk menjalankan program kerja yang efektif dan efisien kearah pencapaian tujuan yang lebih baik dari sebelumnya.

Oleh karena itu IBI sebagai wadah para bidan harus siap mengoptimalkan peran dan kiprahnya untuk turut mengambil bagian dalam pembangunan kesehatan, diharapkan agar dalam memberikan pelayanan bidan harus didukung oleh 3 (tiga) hal yaitu knowledge (pengetahuan), skill (keterampilan) dan heart (sikap).

Hal ini dikarenakan bidan dalam menjalankan pekerjaan urusannya dengan dua nyawa yaitu ibu dan anak. Jika tidak didukung oleh tiga hal tersebut akan membahayakan bagi bidan maupun masyarakat, dan tentunya banyak pendukung lain termasuk legalitas dalam memberikan pelayan kesehatan ibu dan anak serta KB khususnya dan umumnya peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Dengan membantu melindungi hak kesehatan reproduksi melalui pemberdayaan perempuan dan optimalisasi pelayanan kebidanan bisa menghasilkan generasi penerus cerdas dan berkualitas. Bidan adalah ujung tombak dalam memberikan pelayanan, meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di tingkat primer, serta melakukan rujukan pada kasus-kasus resiko tinggi. Pada prinsipnya IBI harus terus aktif dalam melakukan pembinaan anggotanya.

Pada kesempatan tersebut Wabup memberikan penghargaan dan apresiasi kepada seluruh Bidan. Peran bidan dinilai sudah sangat maksimal, hal tersebut bisa dibuktikan dengan turunnya angka stunting (gagal pertumbuhan anak). Seperti diketahui, angka stunting di Kabupaten Seruyan sendiri mencapai 21,8 persen dan merupakan angka paling terendah di Provinsi Kalimantan Tengah, namun jika dikategorikan secara nasional, angka tersebut masih tergolong cukup tinggi.

Rendahnya angka stunting di Seruyan tentu tidak terlepas dari peran serta para bidan, mereka selama ini memperhatikan segala kondisi ibu hamil sampai dengan asupan gizinya. Kedepan para bidan akan dituntut profesional dalam melaksanakan tugas dan kewajiban.

Adapun narasumber kegiatan ini ialah dr. Agung Pramartha Irawan, Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dan dr Heru Setiawan, Spesialis Anak. Melalui kegiatan ini, diharapkan persaudaraan dan silaturahmi seluruh bidan bisa terjalin dengan baik sembari menimba ilmu. Dan juga agar bidan memaksimalkan peran dalam membentuk generasi cerdas dan berkualitas.

Guna mengimplementasikan tema Bidan Melindungi Hak Kesehatan Reproduksi melalui Pemberdayaan Perempuan Dan Optimalisasi Pelayanan Kebidanan, IBI  telah melaksanakan kegiatan bakti sosial kesehatan reproduksi dengan menggelar pemeriksaan dini kanker serviks dan kanker payudara.

Pemeriksaan ini untuk meminimalisir resiko penyakit kanker leher rahim yang memang sangat tinggi diderita para wanita.  Sebagai salah satu bentuk perhatian IBI dan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya kaum perempuan terhadap kesehatan melalui pemeriksakan dini penyakit kanker serviks. Ikatan Bidan Indonesia atau IBI Seruyan terus berkomitmen memberikan kontribusi nyata dalam melakukan berbagai sosialisasi kepada kaum perempuan tentang  bahaya  penyakit kanker serviks atau mulut rahim.

Ikatan Bidan Indonesia (IBI) sebagai organisasi profesi wadah berhimpunnya para bidan selalu berupaya menjaga mutu dan meningkatkan keterampilan dan kompetensi anggota. IBI sebagai organisasi turut mengawal implementasi standar profesi dan menjamin bidan yang berkompeten bisa memberikan pelayanan kebidanan bagi masyarakat.(nrl/foto: zey)