Festival Budaya Seratus Riam

RANTAU PULUT – Festival Budaya Seratus Riam yang dilaksanakan Kecamatan Seruyan Tengah diharapkan mampu meningkatkan rasa cinta masyarakat terhadap budaya daerah. Event ini merupakan bagian dari upaya pelestarian budaya daerah. Sebab kita semua menyadari betapa pentingnya makna kebudayaan dalam rangka memperkokoh jati diri bangsa agar tidak tergerus oleh derasnya arus globalisasi dan modernisasi. Event ini dikemas dengan kearifan lokal. Hal ini disampaikan Bupati Seruyan saat membuka Festival Budaya Seratus Riam, Rantau Pulut, Kecamatan Seruyan Tengah, Kabupaten Seruyan pada Rabu (02/10/2019).

Kegiatan ini diharapkan bisa menjadi wahana untuk menumbuhkembangkan semangat dan motivasi dalam upaya menggali, melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai budaya yang tumbuh dalam kehidupan masyarakat. Festival budaya ini harus dikebangkan dan dilaksanakan secara rutin sebagai agenda pariwisata daerah hingga mampu menjadi daya tarik tersendiri untuk mendatangkan wisatawan domestik maupun mancanegara. Jika dikelola dengan baik dan dikemas dengan penuh inovasi dengan kearifan lokal, tentu akan semakin menarik dan berpotensi mendatangkan banyak wisatawan ke Seruyan.

Saat ini Pemerintah Daerah melalui Organisasi Perangkat Daerah yang membidangi, memiliki komitmen yang kuat untuk terus mendorong dan memberdayakan potensi budaya dan pariwisata yang ada di daerah agar tetap lestari dan terus berkembang, serta dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan taraf perekonomian masyarakat.

Penutupan Festival Budaya Daerah Seratus Riam dilaksanakan pada  Sabtu (05/10/2019) dihadiri langsung oleh Gubernur Kalteng Sugianto Sabran di Rantau Pulut, Kecamatan Seruyan Tengah, Kabupaten Seruyan. Didampingi  Bupati Seruyan Yulhaidir beserta Wakil Bupati Iswanti dan Kepala Perangkat Daerah.

Kedatangan Gubernur disambut dengan acara adat potong pantan. Orang nomor satu dibumi tambun bungai ini mendapat sambutan antusias dari warga setempat. Kehadiran gubernur merupakan bagian dari kunjungan kerjanya setelah sebelumnya melakukan ke daerah lain seperti Kabupaten Kotawaringin Barat. 

Gubernur menyampaikan bahwa bahwa kunjungannya ini dilakukan sebagai upaya untuk memantau langsung pembangunan, salah satunya infrastruktur. Kemudian berkaitan dengan kesehatan, pendidikan dan perekonomian secara luas.  Gubernur juga mengatakan bahwa membangun Kalteng tidaklah semudah membalik telapak tangan. Perlu kerja keras dengan penuh gotong-royong.

Berkaitan lapangan kerja di wilayah Seruyan, Gubernur mengatakan telah berbicara dengan Bupati untuk membuka usaha bidang perkayuan. Soal perizinan akan diberikan melalui Kadis Kehutanan Kalteng. Gubernur mengatakan  ingin masyarakat tidak kesulitan mencari kerja.

“Untuk Bidang kesehatan, diusahakan untuk bagaimana melayani masyarakat supaya masyarakat mudah mendapatkan pelayanan kesehatan. Kami sudah perintahkan bupati dan wali kota se-Kalteng untuk tidak boleh menolak masyarakat yang miskin. Selanjutnya, bidang pendidikan jangan sampai anak-anak putus sekolah,” ungkap Gubernur.

Dengan adanya festival budaya seratus riam ini, diharapkan dapat meningkatkan gairah masyarakat untuk berkreasi dalam rangka menumbuh kembangkan Kecintaan terhadap budaya daerah. Yang dikemas dengan kearifan lokal,” kata Bupati Seruyan Yulhaidir saat mendapingi Gubernur pada acara festival budaya seratus riam di Rantau Pulut, kecamatan Seruyan Tengah, Sabtu (05/10/2019)

Festival 100 riam menjadi wahana untuk menumbuhkan semangat dan motivasi kita dalam upaya menggali, melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai budaya yang tumbuh dalam kehidupan masyarakat kita. Sehingga dapat membuat daya tarik untuk mendatangkan para wisatawan. (nrl/foto: zey, ckk)