Desa Telaga Pulang dikukuhkan Sebagai Kampung Siaga Bencana (KSB)

KUALA PEMBUANG – Bupati Seruyan Yulhaidir meresmikan Desa Telaga Pulang sebagai Kampung Siaga Bencana atau KSB. Pengukuhan KSB Desa Telaga Pulang, Kecamatan Danau Sembuluh ini dibuka dengan apel kesiapsiagaan bencana, Rabu (31/7/2019) pukul 08.00 WIB, di Lapangan Antang Bajelau Bulau.

Peresmian KSB ini  dihadiri lebih dari 150 undangan, diantaranya adalah Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Tokoh Agama juga warga masyarakat yang secara langsung atau tidak langsung menghadiri kegiatan peresmian tersebut.

KSB merupakan salah satu kegiatan utama pada Dinas Sosial Kabupaten Seruyan. Pembentukan KSB pun berdasarkan peraturan mensos no. 128 tahun 2011 tentang Kampung Siaga Bencana.

Konsep kampung pada kampung siaga bencana cenderung pada merek program bukan kampung sebagai wilayah sedangkan pada desa/kelurahan merupakan konsep kewilayahan desa/kelurahan itu sendiri.

Tujuan dari kampung siaga bencana cenderung lebih kompleks yaitu memberikan pemahaman dan kesadaran masyarakat, membentuk jejaring dan memperkuat interaksi sosial, mengorganisasikan masyararakat terlatih untuk siaga bencana, menjamin kesinambungan, mengoptimalkan potensi dan sumber daya yang ada.

Sedangkan pada desa/kelurahan tangguh bencana lebih cenderung sebagai upaya peningkatan penanggulangan berbasis komunitas.

Dalam sambutanya Bupati Seruyan Yulhaidir mengatakan, Kabupaten Seruyan secara geografis memang bukan merupakan daerah yang rawan bencana alam, namun tidak dapat dipungkiri jika wilayahnya terdapat beberapa sungai yang menghubungkan antar kecamatan dan lahan/hutan  yang belum dimaksimalkan pengelolaannya.

Hal tersebut tentu saja masih memiliki potensi ancaman terjadinya bencana alam berupa banjir pada saat musim penghujan dan kebakaran lahan/hutan pada saat musim kemarau.

“Dengan dikukuhkannya KSB di Desa Telaga Pulang ini, diharapkan mampu mengatasi dan mengantisipasi bencana alam tersebut, terlebih Kecamatan Danau Sembuluh memiliki delapan desa di wilayahnya,” katanya di Desa Telaga Pulang.

Bupati Yulhaidir pun mengajak seluruh Dinas, Badan, Kantor, Organisasi Masyarakat, Organisasi Kepemudaan dan badan usaha yang ada di lingkungan Kabupaten Seruyan khususnya agar bersama-sama meningkatkan dan mengambil langkah antisipasi pencegahan sedini mungkin timbulnya dampak bencana apa pun jenis bencana itu.

“Mari kita sama-sama meningkatkan perhatian dan mengambil langkah antisipasi  pencegahan sedini mungkin timbulnya dampak bencana apa pun jenis bencana itu, karena pencegahan itu lebih murah biayanya dari pada menangani bencana yang sudah terjadi,” kata Yulhaidir.

Yulhaidir menambahkan, bencana alam berupa banjir ini bisa terjadi dari karena banyaknya pembalakan liar, baik itu illegal logging maupun illegal mining, perilaku masyarakat yang masih suka membuang sampah sembarangan(contohnya ke sungai). Sehingga saat musim hujan tiba, di beberapa wilayah kecamatan di daerah Pesisir Sungai bisa terjadi luapan air sungai, yang sedikit banyak akan mengganggu kehidupan perekonomian masyarakat.

Ia menjelaskan, dalam menghadapi bencana kita tidak boleh bergantung dan mengandalkan pihak luar, tapi sebisa mungkin untuk mengerahkan kemampuan sumber daya yang kita dimiliki.

“Bukannya kita ingin terjadi bencana, namun saya ingin pihak terkait bisa memposisikan dirinya masing-masing untuk mengantisipasi dan siaga jika sewaktu-waktu terjadi bencana,” katanya.

Sebagai orang nomor 1 di Kabupaten Seruyan, Beliau juga mengimbau kepada para pelaku usaha perkebunan yang ada di Kabupaten Seruyan agar bisa menjaga hutan dan lahan di wilayahnya masing-masing agar terhindar dari bencana alam yang mungkin bisa saja terjadi apabila kita tidak peduli dengan lingkungan sekitar kita.

“Karena sedang musim kemarau, kita tidak ingin ada kebakaran hutan dan lahan, kita berharap Seruyan bebas dari asap,” harapnya.

Usai menyampaikan sambutannya, Bupati Seruyan Yulhaidir juga menyerahkan beberapa bantuan berupa dana untuk perbaikan rumah ibadah, pembangunan balai desa dan penyerahan bantuan sosial kepada masyarakat serta penyerahan hadiah lomba kepada pemenang lomba. (xo/foto: aan)