PNS-Honorer Pemkab Seruyan Tes Urine

KUALA PEMBUANG – Bupati Seruyan Yulhaidir bekerjasama dengan Polres Seruyan memberikan perintah yang mewajibkan semua PNS dan Honorer dilingkungan Pemerintah Kabupaten Seruyan menjalani tes urine. Tes ini dilakukan untuk memastikan PNS dan Honorer bebas dari penggunaan narkoba, Kamis (13/6). 

“Hal ini lakukan untuk memastikan seluruh pegawai baik yang PNS maupun tenaha nonor dilingkungan Pemerintah Kabupaten Seruyan harus bebas narkoba” kata Yulhaidir.

Tes urine ini dipantau langsung oleh Bupati Seruyan dan tes ini tidak hanya untuk PNS dan tenaga Honorer saja tetapi bapak Bupati juga ikut dites urine.

Menurut Yulhaidir hal ini untuk memberikan contoh bagi seluruh pegawai untuk tidak terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Lebih lanjut bahwa untuk semua pegawai tanpa terkecuali baik itu tenaga kesehatan dan lainnya wajib di tes urine dan bagi pegawai yang belum sempat di tes urine di hari pertama akan dites urine di hari berikutnya.

Bagi Yulhaidir, tes urine yang dilakukan ini bukanlah untuk mencari-cari kesalahan. Pegawai Negeri yang positif narkotika akan ada hukumannya.

Dalam urusan ini, Pemerintah Kabupaten Seruyan tetap akan merujuk pada Undang – Undang Narkoba dan Psikotropika.

Disisi lain, pegawai yang ketahuan terlibat kasus narkoba akan dikenakan sanksi sesuai tingkat kesalahan, dari sanksi administratif, teguran, hingga diberhentikan.

Dengan demikian untuk mencegah dan memberantas penyalahgunaan narkotika yang sangat merugikan dan membahayakan kehidupan masyarakat, bangsa dan negara diatur dalam Undang –  Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Maka dari itu, untuk penegakan hukumnya diperlukan peran pemerintah daerah dan BNN dalam menanganinya.

Peran pemerintah daerah dalam menanggulangi narkotika tidak hanya dititik beratkan kepada penegakan tetapi juga kepada pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Narkoba adalah singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Zat adiktif. Di dunia medis narkoba merupakan obat-obatan berbahaya dan dalam penggunaannya memerlukan resep dokter.

Obat-obatan tersebut biasanya digunakan oleh pasien yang mengalami kesakitan luar biasa misalnya karena sakit kanker usus besar. Konsumsi obat tersebut dapat meringankan rasa sakit atau membuat penderita merasa tenang.

Pada beberapa kasus, penderita merasa ingin mengkonsumsi obat tersebut terus menerus dan dalam dosis yang lebih banyak dari sebelumnya. Hal ini yang disebut dengan kecanduan dan mengarah pada penyalahgunaan obat-obatan berbahaya.

Dilihat dari definisinya, narkotika adalah obat berbahaya yang dapat merugikan bahkan menghilangkan kesadaran dan rasa sakit, misalnya ganja. Psikotropika adalah obat yang menyebabkan gangguan pada sistem syaraf pusat sehingga mempengaruhi kondisi mental pengguna, misalnya heroin.

Zat adiktif adalah obat yang membuat penggunanya merasa ketergantungan baik fisik maupun psikologis misalnya rokok dan alkohol. Setelah tahu perbedaan ketiganya, kita perlu tau dampak buruk dari penyalahgunaan narkoba yaitu sebagai berikut :

  1. Merasa Tenang dan Tertidur

Penggunaan obat depresan biasanya oleh penderita yang memiliki ganggguan psikis. Penyalahgunaan obat depresean menyebabkan penggunannya merasa tenang dan tertidur.

Namun tidur mereka berbeda dengan tidur orang pada umumnya. Jadi meskipun mereka nampak tertidur sebenarnya organ-organ dalam tubuh mereka masih aktif beraktivitas.

  1. Mengalami Halusinasi

Dampak buruk penggunaan dari ganja seperti jenis gorilla adalah halusinasi. Sebab halusinasi, pengguna tidak dapat membedakan mana kenyataan dan mana khayalan.

Halusinasi merupakan penggambaran yang tidak tepat dari pancaindera terhadap terhadap suatu objek. Penderita dengan halusinasi pada beberapa kasus mengalami ketakutan pada sesuatu hal atau biasa disebut paranoid. Halusinasi dapat terjadi saat mengkonsumsi obat atau pada saat menghentikan obat secara mendadak (sindroma putus obat).

Apabila keinginannya tidak terpenuhi penderita akan merasa mudah tersinggung dan tertekan.

  1. Merasa terstimulasi

Beberapa orang mengaku bila mengkonsumsi narkoba dapat membuat badan lebih fit bahkan ide mengalir dengan lancar. Padahal hal ini justru membahayakan tubuh.

Organ tubuh manusia ibarat mesin. Mesin yang terus menerus dipakai maka akan mudah aus dan rusak.

Begitulah tubuh pengguna narkoba. Meskipun merasa fit, sebenarnya organ-organ tubuhnya perlahan-lahan kelelahan karena bekerja sangat berat.

  1. Merasa Kecanduan

Karena memiliki sifat adiktif, penggunanya cenderung ingin mengkonsumsi dalam jumlah yang lebih banyak. Apabila konsumsi melebihi batas normal, pengguna dapat mengalami sakaw atau overdosis yang berujung pada kematian.

  1. Mengganggu Kinerja Organ Pernafasan

Kinerja organ pernafasan pasti terganggu apabila zat asing yang masuk melalui hidung. Gangguan tersebut dapat berupa sesak napas, infeksi paru-paru dan gangguan sistem pernafasan lainnya. Bisa dibayangkan, secara tidak sengaja debu masuk kehidung saja dapat menyebabkan flu, apalagi obat-obatan berbahaya?

  1. Menurunkan Daya Berfikir

Pada tahap awal penderita memang merasa lebih kreatif dan produktif. Namun pada suatu titik dimana muncul keinginan konsumsi narkoba dalam jumlah yang lebih banyak, disitu pengguna akan berubah fokus.

Yang awalnya bagaimana berkarya menjadi bagaiman cara mendapatkan narkoba. Hal ini disebabkan oleh rusaknya sistem syaraf pusat oleh narkoba. Pemakaian narkoba jangka panjang dapat merusak sel-sel syaraf terutama otak. Kematian sel otak tidak dapat diperbaiki sehingga mengganggu sistem penghantaran sinyal yang berakibat pada menurunya mengolah informasi dan menyimpannya di hippocampus.

  1. Meracuni Tubuh

Penderita mulai keracunan oleh narkoba adalah saat tenggorokannya terasa terbakar. Narkoba sebenarnya adalah racun bagi tubuh. Segala hal yang berbahaya bagi manusia pasti akan disaring oleh organ hati.

Apabila racun yang disaring semakin banyak tentunya menyebabkan hati bekerja ektra. Apabila fungsi hati tidak maksimal lagi risiko tubuh keracunan semakin tinggi. Racun tersebut juga dapat merusak organ penting lain seperti ginjal, jantung dan otak.

  1. Disfungsi Seksual

Penggunaan narkoba dapat mengurangi keinginan untuk berhubungan seksual. Hal ini karena zat-zat dalam narkoba mengganggu kerja hormon reproduksi baik pada pria maupun wanita. Pada suatu waktu, narkoba dapat menyebabkan kemandulan pada penggunanya.

  1. Penurunan Kekebalan Tubuh

Narkoba adalah zat-zat yang berbahaya. Penggunanya akan selalu merasa ingin menambah dosis sehingga kinerja organ semakin berat.

Kerja keras yang terus menerus ini merusak organ-organ tubuh. Organ tubuh yang rusak, misalnya hati dapat menyebabkan tubuh rentan keracunan.

  1. Kehilangan Rasa Percaya Diri

Perasaan tenang yang diakibatkan oleh narkoba efeknya hanya sementara. Pengguna akan merasa ingin menambah dosis obat berbahaya tersebut. efek dari ketergantungan itu adalah merasa tidak nyaman atau percaya diri apabila belum mengkonsumsi narkoba.

(my/foto:prokom)