Akreditasi Rumah Sakit Kuala Pembuang

Kuala Pembuang – Bertempat di aula Rumah Sakit Umum Daerah Kuala Pembuang, staf ahli Bupati Drs. Sarwadi resmi membuka acara survei penilaian akreditas RSUD, Senin (27/5).

Undang-Undang Kesehatan No. 44 Tahun 2009 pasal 40 ayat 1 menyatakan bahwa dalam upaya peningkatan mutu pelayanan Rumah Sakit wajib dilakukan akreditasi secara berkala minimal 3 tahun sekali. Dengan semakin kritisnya masyarakat Indonesia dalam menilai mutu pelayanan kesehatan.

Pengertian Akreditas Rumah Sakit adalah suatu proses dimana suatu lembaga independen baik dari dalam atau pun luar negeri, biasanya non pemerintah melakukan assesment terhadap rumah sakit berdasarkan standar akreditas yang berlaku. Rumah sakit yang telah terakreditasi akan mendapatkan pangkuan dari Pemerintah karena telah memenuhi standar pelayanan dan managemen yang ditetapkan.

Sebuah proses akreditas dirancang untuk meningkatkan budaya keselamatan dan budaya mutu di rumah sakit, sehingga rumah sakit senantiasa berusaha meningkatkan mutu dan juga keamanan dari pelayanan kesehatan yang diberikannya. Dan ini adalah salah satu dari tujuan akreditasi rumah sakit.

KARS (Komisi Akreditasi Rumah Sakit) adalah merupakan suatu lembaga independen dalam negeri sebagai pelaksana akreditasi rumah sakit yang bersifat fungsional dan non struktural.

Sedangkan yang dimaksud dengan JCI (join Commission International) adalah merupakan badan akreditas non profit yang berpusat di Amerika Serikat dan bertugas menetapkan dan menilai standar performa para pemberi pelayanan kesehatan.

Akreditas JCI ini atau JCI merupakan suatu lembaga independen Luar Negeri yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan sebagai pelaksana Akreditas Internasional. Standar Akreditas Nasional terangkum dalam Standar Akreditas Rumah Sakit.

Tujuan manfaat Akreditasi Rumah Sakit diantaranya :

  1. Meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan rumah sakit yang bersangkutan karena berorientasi pada peningkatan mutu dan keselamatan pasien.
  1. Proses adminitrasi, biaya serta penggunaan sumber daya akan menjadi lebih efisien.
  2. Menciptakan lingkungan internal rumah sakit yang lebih kondusif untuk penyembuhan, pengobatan dan perawatan pasien.
  3. Mendengarkan pasien dan keluarga, serta menghormati hak-hak pesien serta melibatkan mereka dalam proses perawatan.
  4. Memberikan jaminan, kepuasan serta perlindungan kepada masyarakat atas pemberian pelayanan kesehatan.

RSUD Kuala Pembuang kembali dilakukan survei oleh tim komisi akreditasi yang berlangsung 27-29 Mei 2019.

Dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat dan mendapatkan hasil bahwa RSUD Kuala Pembuang dinyatakan lulus akreditasi dan mendapat predikat tingkat utama oleh KARS.

“Rumah sakit Kabupaten Seruyan telah mendapat nilai yang cukup memuaskan yaitu bintang empat” ucap dr. Abdul Nasir selaku Direktur RSUD Kuala Pembuang.

Ucapan terimakasih juga disampaikan kepada seluruh karyawan RSUD Kuala Pembuang atas kerja keras dalam memberikan pelayanan terbaik.

Atas capaian tersebut tentunya ada perbaikan yang harus dibenahi seperti bangunan RSUD dan sarana dan prasana penunjang lainnya.                                    

(my/foto:prokom)