Rayakan HUT ke-62, Pemkab Seruyan Berpartisipasi Dalam Pemecahan Rekor MURI

PALANGKA RAYA Upacara peringatan hari jadi ke-62 Provinsi Kalimantan Tengah telah digelar di masing-masing kabupaten yang ada di Provinsi Kalimantan Tengah, Kamis, 23 Mei 2019 lalu.

Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kalteng ke 62 tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) mengadakan berbagai macam festival, salah satunya adalah festival membakar jagung dan makan beramai-ramai 62 ribu tongkol jagung.

Kegiatan yang  dihelat di lokasi car free day (CFD) Bundaran Besar Kota Palangka Raya, Minggu (16/6/2019) itu pun berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) kategori bakar jagung terbanyak (62.000 tongkol jagung). Rekor tersebut sebelumnya di pegang oleh Pemerintah Kabupaten Jember dan Gerakan Pemuda Tani Indonesia (GEMPITA) Jember pada tanggal 19 November 2017 sebanyak 60 ribu tongkol jagung.

Pemecahan rekor MURI tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran dan Istri Yulistra Ivo bersama pejabat terkait lainnya. “Dengan pemecahan rekor MURI ini, kami berharap dapat memacu semangat para petani untuk mengembangkan tanaman jagung lebih baik lagi di Kalteng,” kata Gubernur Kalteng Sugianto Sabran.

Menurut beliau, pemecahan rekor ini sekaligus sebagai bukti bahwa Kalteng tak hanya mampu menyediakan tanaman pangan berupa padi, namun juga jagung dalam skala produksi yang cukup besar. Bahkan pemerintah pusat pun memberikan kepercayaan kepada provinsi Kalteng, untuk meningkatkan produksi tanaman jagung melalui pemberian bantuan berupa bibit dan pupuk, salah satunya untuk Kabupaten Barito Utara.

Untuk itu, Sugianto mengajak masyarakat Kalteng khususnya untuk membangkitkan kembali gairah bertani dan tidak hanya terpaku pada sektor pertambangan maupun perkebunan. Pihaknya menilai lahan di Kalteng masih sangat potensial untuk pengembangan jagung maupun tanaman pertanian jenis lainnya.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada petani di Kelurahan Kalampangan, sebab 62 ribu tongkol jagung yang digunakan untuk pemecahan rekor MURI semuanya berasal dari sana,” ungkap Sugianto.

Jagung  yang di gunakan dalam acara pemecahan rekor MURI tersebut, ditanam di Kelurahan Kalampangan, Kecamatan Sabangau dengan luasan 7 hektare. Penanaman mulai dilakukan dari tanggal 29 April sampai 2 Mei, sehingga sesuai perkiraan sudah bisa digunakan untuk acara tersebut.

Untuk melaksanakan kegiatan festival tersebut, Panita menyiapkan sebanyak 62 tenda, yang masing-masing tenda berkapasitas 1.000 tongkol jagung. Di dalam satu tenda akan ada dua tungku dengan kapasitas 120 jagung saat dibakar. Kemudian setiap tenda terdapat 40 petugas yang nantinya bertugas secara bergantian untuk mengupas maupun membakar jagung.

Rangkaian acara pun berlangsung dengan sangat meriah yang dihadiri oleh seluruh perangkat daerah provinsi, kabupaten/kota dan pihak swasta serta masyarakat Kalteng pada khususnya. Dalam gelaran itu, Pemerintah Kabupaten Seruyan pun turut berpartisipasi untuk memeriahkan acara, dengan menempati salah satu tenda yang sudah disiapkan oleh panitia.

Bupati Seruyan Yulhaidir didampingi oleh pejabat eselon II dan eselon III, terlihat antusias  membakar jagung serta sesekali melakukan foto bersama dengan masyarakat yang ingin mengabadikan momen tersebut bersama orang nomor 1 di Kabupaten Seruyan.

“Mudah-mudahan dengan suksesnya acara ini, membuat petani di Kabupaten Seruyan bisa terinspirasi untuk lebih semangat lagi menanam jagung dan memanfaatkan lahan-lahan potensial yang ada untuk meningkatkan produksi Jagung di Kabupaten Seruyan,” kata Bupati Seruyan Yulhaidir.

Selain acara festival “membakar jagung dan makan beramai-ramai 62 ribu tongkol jagung” yang diselenggarakan mulai pagi hari, pada malam harinya masih dalam rangkaian memeriahkan HUT Kalteng ke 62 tersebut, Pemerintah Provinsi Kalteng melalui Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dewan Adat Dayak (DAD) dan Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam menghelat acara Halalbihalal yang dilaksanakan di Rumah Betang Hapakat yang dihadiri oleh masyarakat umum. (xo/foto: jai)