Safari Ramadhan, Wahana Membangun Komunikasi Rakyat dan Pemerintah

Seruyan – Bulan Ramadhan merupakan bulan yang tak hanya mewajibkan kita untuk berpuasa saja. Pada bulan ini, semua juga dianjurkan untuk memperbanyak ibadah – ibadah lain, seperti shalat tarawih, membaca Al-Quran, sedekah, infaq dan ibadah serta amal-amal lainnya.

Itu semua dikarenakan bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh dengan rahmat dan ampunan dari Allah SWT serta menjadi ajang transformasi kesadaran agar lebih peka dan peduli pada sesama.  Karena itu, bulan Ramadhan bisa menjadi ajang perbaikan bagi kita semua sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing.

Khusus bagi pemerintah begitu juga pejabat lainnya, bulan Ramadhan ini bisa menjadi jembatan untuk menyapa rakyat sekaligus sebagai bukti kepekaan dan kedekatan pemerintah dengan seluruh lapisan masyarakat.

Apalagi dalam pelaksanaan ibadah-ibadah di bulan Ramadhan banyak kegiatan seperti berbuka atau sholat tarawih sehingga memudahkan untuk berkomunikasi secara massif, efektif dan efisien.

Acara buka bersama yang dilanjut dengan sholat tarawih berjamaah merupakan momentum untuk mendengarkan langsung aspirasi masyarakat. Untuk itu, jalinan komunikasi yang dilakukan pemerintah Kabupaten Seruyan sewajarnya menjadi lebih intensif, agar masyarakat merasa pemerintah tidak absen dalam kehidupan mereka.

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk berkomunikasi secara lebih intensif dengan masyarakat adalah dengan melakukan safari Ramadhan.

Bupati dan Wakil Bupati Seruyan serta para pejabat di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Seruyan turun dan merasakan langsung apa yang menjadi keluhan masyarakat.

Dalam safari itu, penelusuran terhadap persoalan-persoalan yang selama ini menjadi kendala bagi masyarakat yang harus dicari solusinya. Dengan demikian pemerintah benar-benar bisa mengerti keadaan rakyatnya secara nyata dan rakyat makin dekat dengan pemimpinnya.

Momentum Ramadhan kali ini adalah saat yang tepat untuk melakukan safari, yakni perjalanan untuk berdialog, berkomunikasi dan bersilaturahmi dengan masyarakat yang belum bisa menyampaikan aspirasi dan harapannya pada pemerintah.

Safari sebagai bentuk perjalanan jauh tidak hanya bersifat material, namun juga merupakan bentuk ekspedisi spiritual. Yaitu semakin kita dekat dengan masyarakat sebagai bentuk semakin dekatnya kita kepada Allah SWT.

Mari jadikan Safarai Ramadhan sebagai titik tolak untuk mengenai itu semua sebagai bagian dari ikhtiar untuk menjadi hamba-hamba yang bertakwa.                                             

(my/foto:hfj/prokom)