Hubungan Erat Pendidikan dan Kebudayaan untuk Mewujudkan Indonesia yang Berkemajuan

Kuala Pembuang – Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh setiap tanggal 2 Mei, Pemerintah Kabupaten Seruyan memperingati Hardiknas. Hari dimana Bapak Pendidikan dengan semboyannya “Tut Wuri Handayani” dilahirkan.  

Bertempat dihalaman Kantor Bupati Seruyan, upacara peringatan Hardiknas dan Hari Otonomi Daerah ke – 23 Tahun 2019 digelar dan sebagai Inspektur upacara adalah Bupati Seruyan Yulhaidir, Kamis (2/5)

Dalam upacara peringatan Hardiknas kali ini juga diserahkan penghargaan kepada sekolah-sekolah yang berprestasi yaitu SMPN I Kuala Pembuang sebagai Penyaji Terbaik dalam kategori Musik Tradisional pada cabang Musik Tradisional FLS2N SMP Tingkat Nasional Tahun 2018 di Bangka Belitung, penghargaan guru berprestasi di Korea yaitu Ibu Neli Purwani Resmiati, S.Pd, Pencak Silat dan penghargaan kepada siswa berprestasi untuk Tingkat Provinsi pada kategori pencak silat dari SDN 2 Kuala Pembuang I dan kategori karate dari SDN 3 Kuala Pembuang I.

Hubungan erat pendidikan dan kebudayaan dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang syarat nilai dan pengalaman kebudayaan guna membingkai hadirnya sumber daya manusia yang berkualitas, demi terwujudnya Kabupaten Seruyan yang berkemajuan.

Pembangunan SDM menekankan dua penguatan yaitu penguatan karakter dan penyiapan generasi terdidik yang terampil dan cakap dalam memasuki dunia kerja.

Dalam pendidikan karakter dimaksudkan untuk membentuk insan yang berakhlak mulia, sopan santun, tanggung jawab, serta budi pekerti yang luhur. Sedangkan ikhtiar membekali keterampilan dan kecakapan disertai pula dengan penanaman jiwa kewirausahaan, dan untuk mewujudkan semua itu tentunya dibutuhkan profesionalitas kinerja segenap pemangku kepentingan dalam dunia pendidikan baik ditingkat pusat maupun daerah.

Pembangunan pendidikan dan kebudayaan dalam rangka penguatan SDM yang berkualitas, akan berjalan secara optimal manakala pemerintah daerah dan segenap pemangku kepentingan yang ada proaktif dan lebih aktif dalam mendorong pendididkan dan kebudayaan.

Dalam momen Hari Pendidikan Nasional 2019 ini kehadiran revolusi industri 4.0 tentunya akan mempengaruhi cara siswa dalam belajar. Karenanya perlu dukungan dari keluarga, sekolah dan masyarakat agar peserta didik memiliki karakter dan jati diri bangsa ditengah perubahan global yang bergerak cepat.

Peserta didik kita saat ini didominasi generasi Z yang terlahir di era digital dan pesatnya teknologi.

Mereka lebih mudah menyerap teknologi terbaru. Hal ini bisa dimanfaatkan oleh sekolah dan para guru untuk menerapkan pendidikan berbasis teknologi digital dengan sentuhan budaya Indonesia melalui tri pusat pendidik yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat. Ketiga pusat pendidikan itu harus saling mendukung dan menguatkan.

Melalui Hari Pendidikan Nasional ini, mari seluruh para insan pendidikan diseluruh negeri agar fokus terhadap pembangunan SDM agar anak-anak Seruyan dan Indonesia pada umumnya dimasa depan menjadi manusia cerdas yang berkarakter kuat dan memberikan manfaat bagi sekitarnya.

Mari kita konsentrasi segenap potensi pendidikan nasional yang menitikberatkan pembangunan SDM yang dilandasi karakter yang kuat, keterampilan dan kecakapan yang tinggi, sehingga mampu menjawab tantangan perkembangan zaman yang semakin kompetitif.

Selamat Hari Pendidikan Nasional!

(my/foto:ckk,zey,hfj)